Jumat, 03 Juni 2011
KANGSA ADU JAGO
Ketika Kakrasana, Narayana (nama kecil Prabu Kresna), dan Rara Ireng (Sembadra) masih kecil, Prabu Basudewa mengungsikan ke padepokan Widarakandang tempat abdi setia Kiai dan Nyai Segopi tinggal. Penyebabnya adalah sang Prabu takut kalau ketiganya dibunuh raden Kangsa. Siapa Kangsa dan apa hubungannya dengan adu jago ? Kangsa adalah anak tiri Prabu Baladewa yang berwatak jahat dan angkara murka mewarisi sifat ayahnya seorang raja raksasa. Ayah Kangsa dibunuh Prabu Basudewa karena menodai permaisuri. Bukannya terima kasih karena telah dididik dan diasuh Prabu Basudewa sebaliknya Kangsa mempunyai niat membalas dendam sekaligus berniat buruk untuk merebut tahta Mandura. Dia mengancam Prabu Basudewa untuk menyerahkan tahta namun tidak diberikan karena belum waktunya. Upaya ini dilakukan untuk mengulur waktu agar ketiga anaknya kandung menjadi dewasa. Raden Kangsa menunggu waktu yang tepat karena tidak mengetahui persembunyian ketiga adiknya. Kangsa menggunakan cara ” adu jago “. Bila tidak ada yang mengalahkan jago Kangsa maka kerajaan Mandura menjadi miliknya, sebaliknya barang siapa yang mengalahkan akan menjadi raja Mandura. Dalam adu jago ini, Kangsa tidak menggunakan ayam sebagaimana biasa dilakukan orang-orang tetapi dengan manusia. Adapun jago Kangsa adalah Patih Suratimantra yang sakti mandraguna. Cara ini dilakukan agar ketiga adiknya tersebut dapat muncul di keramaian. Ketiga putra Basudewa kemudian meminta tolong Raden Bimasena yang terhitung masih sepupu karena ibu Pandawa yaitu Dewi Kunti adalah adik Prabu Basudewa. Raden Bimasena berhasil mengalahkan Suratimantra, kemudian raden Kakrasana dan Narayana mengalahkan Raden Kangsa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar